<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="weebly" -->
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" >

<channel><title><![CDATA[ - TC-blog]]></title><link><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/tc-blog.html]]></link><description><![CDATA[TC-blog]]></description><pubDate>Mon, 07 May 2012 15:18:20 -0800</pubDate><generator>Weebly</generator><item><title><![CDATA["Yoookkk!!!"]]></title><link><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/02/yoookkk1.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/02/yoookkk1.html#comments]]></comments><pubDate>Thu, 10 Feb 2011 16:46:09 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/02/yoookkk1.html</guid><description><![CDATA["Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka  tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia,  jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar  tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?" Roma 10:14. &nbsp; "Eh, udah dengar belum, ada diskon 70% di Gilly Hicks lho!! Ayo sama-sama&nbsp;ke sana!! [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div  class="paragraph editable-text" style=" text-align: justify; "><em style="">"Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka  tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia,  jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar  tentang Dia, jika tidak ada yang <strong style="">memberitakan</strong>-Nya?" Roma 10:14.</em> &nbsp; <br /><br /><span></span>"Eh, udah dengar belum, ada diskon 70% di Gilly Hicks lho!! Ayo sama-sama&nbsp;ke sana!!" "Hai,&nbsp;hari Sabtu ini ada bazaar lho, di Hacienda Heights.&nbsp;Berangkat bareng yookk!!" &nbsp; Ajakan-ajakan di atas, adalah hal biasa yang kita pernah dengar  dari teman-teman, atau orang-orang di sekitar kita.&nbsp;Sebagai teman,  saudara, atau orang-orang terdekat, pastinya bila acara bagus, ada  diskon, atau&nbsp;tawaran-tawaran menarik yang menguntungkan, kita akan  memberitahukan dan mengajak mereka. Mengapa?&nbsp;Supaya mereka juga bisa  mendapatkan&nbsp;keuntungan yang kita peroleh.&nbsp;Kalau dipikir-pikir, Tuhan  Yesus yang sudah berkorban di kayu salib, yang menjadi&nbsp;Juru&nbsp;Selamat  kita, menawarkan hal yang paling menarik bagi kita anak-anakNya,  yaitu&nbsp;keselamatan dan hidup yang kekal. Anehnya, kita seringkali malu  atau kurang&nbsp;peduli untuk mengajak&nbsp;teman-teman, saudara, orang tua, atau  orang-orang di sekeliling kita untuk mengenal Dia. Padahal, gak ada  tawaran yang lebih&nbsp;baik dari pada apa yang&nbsp;Tuhan Yesus tawarkan bagi  kita, bukan??  &nbsp; Bila&nbsp;kita&nbsp;peduli dan sayang kepada&nbsp;mereka...&nbsp;Yoookkk... kita mulai  CONNECT OUT/memberitahukan teman-teman kita&nbsp;untuk mengenal DIA yang udah  pasti punya tawaran terbaik bagi hidup mereka!! &nbsp;  <br /><br /><span></span>Have a blessed day!<br />Debby Kho</div>  ]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA["Yah... Nyasar deh!!!"]]></title><link><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/02/yah-nyasar-deh.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/02/yah-nyasar-deh.html#comments]]></comments><pubDate>Wed, 09 Feb 2011 16:56:34 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/02/yah-nyasar-deh.html</guid><description><![CDATA["Tetapi Roh Allah, Penolong yang akan diutus Bapa atas nama-Ku,  Dialah yang akan mengajar kalian segalanya dan mengingatkan kalian akan  semua yang sudah Kuberitahukan kepadamu." Yohanes 14:26 (Bahasa  Indonesia Sehari-hari) &nbsp; "Wah...&nbsp;Saya tadi lupa bawa GPS, nyasar deh!!" Mungkin kita pernah  mendengar kata2 semacam itu dalam kehidupan kita sehari-hari,  sebagaimana orang benar-benar ketergantungan terhadap [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div  class="paragraph editable-text" style=" text-align: justify; "><em>"Tetapi Roh Allah, Penolong yang akan diutus Bapa atas nama-Ku,  Dialah yang akan mengajar kalian segalanya dan mengingatkan kalian akan  semua yang sudah Kuberitahukan kepadamu." Yohanes 14:26 (Bahasa  Indonesia Sehari-hari)</em> &nbsp; "Wah...&nbsp;Saya tadi lupa bawa GPS, nyasar deh!!" Mungkin kita pernah  mendengar kata2 semacam itu dalam kehidupan kita sehari-hari,  sebagaimana orang benar-benar ketergantungan terhadap GPS. Apa sih GPS  itu? &nbsp;  <em>The Global Positioning System (GPS) is a satellite-based  navigation system made up of a network of 24 satellites placed into  orbit by the U.S. Department of Defense. GPS was originally intended for  military applications, but in the 1980s, the government made the system  available for civilian use. GPS works in any weather conditions,  anywhere in the world, 24 hours a day. There are no subscription fees or  setup charges to use GPS.</em><br /><span></span><br /><span></span> Bila kita perhatikan keterangan di atas, GPS itu tidak bergantung  pada kondisi cuaca, tempat, maupun waktu. Gratis!! Sebenarnya,&nbsp;Bapa kita  di Surga&nbsp;sudah dari dahulu memberikan GPS kepada kita, anak2Nya. Apa  ya? Roh Kudus. Ya, Roh&nbsp;Kudus adalah GPS yang&nbsp;Bapa berikan kepada  kita&nbsp;untuk membimbing, mengarahkan,&nbsp;dan menasehati kita.&nbsp;Bagaimana  caranya? Bila kita <strong>Nyambung/Connect</strong>&nbsp;dengan Bapa setiap  hari, setiap saat, pastinya&nbsp;Roh Kudus juga bersama dengan kita. Roh  Kudus gak tergantung dengan keadaan hati kita, suasana perang, masalah  kerjaan/keluarga. Roh Kudus gak juga tergantung pada tempat. Di mana  pun, kapan pun DIA pasti membimbing dan mengarahkan kita. Apa lagi  yang&nbsp;harus&nbsp;ditunggu? Ayo, jadikan Roh Kudus GPS dalam&nbsp;hidup kita setiap  hari biar kita gak nyasar!!<br /><br /><span></span>Have a blessed day!<br />Debby Kho</div>  ]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA["Duhh.. Rontok nihhh!!! "]]></title><link><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/01/duhh-rontok-nihhh.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/01/duhh-rontok-nihhh.html#comments]]></comments><pubDate>Fri, 21 Jan 2011 00:55:22 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/01/duhh-rontok-nihhh.html</guid><description><![CDATA[Karena kamu telah mendengar tentang  Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata  dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang  dahulu, harus  menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang  menyesatkan,  supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan  mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di  dalam kebenaran dan ke [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div  class="paragraph editable-text" style=" text-align: justify; ">Karena kamu telah mendengar tentang  Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata  dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang  dahulu, harus  menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang  menyesatkan,  supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan  mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di  dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Efesus 4:21-24)<br /><br />Hari ini, salah satu teman saya mem-posted sebuah informasi yang menarik perhatian saya. Posting-nya adalah: <br /><br />Rata-rata manusia melepaskan sekitar 600 ribu partikel kulit mati tiap   jamnya. Setiap tahun rata-rata kulit mati yang terkelupas sekitar 680   gram, atau sekitar 48 kilogram kulit mati pada saat mencapai usia 70   tahun. Sedangkan, setiap manusia, rata-rata memiliki <strong style="">jumlah rambut</strong>  sekitar 100.000 helai rambut di kepalanya. Masa bertumbuh setiap helai  rambut hanya antara 2 hingga 6 tahun, kemudian rontok (kira-kira sekitar 70-100 helai setiap harinya). Lalu pada  pori-pori yang sama, rambut baru mulai tumbuh. <br /><br />Informasi di  atas, membuat saya berpikir, bahwa ternyata, secara otomatis, tubuh kita  dapat membuang hal2 yang tidak berguna/buruk dan menggantikannya dengan  yang baru/baik. Sebagai anak2 Tuhan, kita seharusnya juga setiap hari secara otomatis  tau untuk membuang hal2 yang tidak berguna/buruk di dalam diri kita,  seperti: sikap malas berdoa, baca firTu, pergi ke gereja, datang ke  carecell, gampang marah, pikiran2 negatif, dll. Kita sering sekali  merasa bahwa kita sudah melakukan yang terbaik dan sesuai dengan  kehendak Tuhan.. Bagaimana kita bisa tau?? Ya.. gak ada jalan lain,  supaya kita bisa selalu tau hal2 buruk apa yang ada dalam diri kita dan  membaharuinya dengan hal2 baik yang baru dari Tuhan, hanya dengan cara NYAMBUNG/CONNECT denganNya setiap hari. Bener gak??<br /><br />Have a blessed day!<br />Debby Kho</div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA["Yes, I Do!!! "]]></title><link><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/01/yes-i-do.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/01/yes-i-do.html#comments]]></comments><pubDate>Tue, 18 Jan 2011 18:28:39 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/01/yes-i-do.html</guid><description><![CDATA[Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah  yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang  yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada  beribu-ribu keturunan, Ulangan 7:9.Pada waktu pemberkatan  nikah, pastor/pendeta akan bertanya kepada pasangan yang bersangkutan  mengenai komitmen mereka sebagai suami-istri. Dan masing2 dari pasangan  [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div  class="paragraph editable-text" style=" text-align: justify; ">Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah  yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang  yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada  beribu-ribu keturunan, Ulangan 7:9.<br /><br />Pada waktu pemberkatan  nikah, pastor/pendeta akan bertanya kepada pasangan yang bersangkutan  mengenai komitmen mereka sebagai suami-istri. Dan masing2 dari pasangan  tersebut akan menjawab, "Ya, saya bersedia." Ketika mereka memberikan  jawaban tersebut, mereka berjanji di depan Tuhan dan manusia untuk  komitmen hubungan mereka sebagai suami-istri dalam keadaan apapun.. suka  maupun duka. Waktu pacaran, atau pertama kali jatuh cinta, rasanya  semua indah dan rasanya tidak akan ada yang dapat mengganggunya. Tetapi,  setelah melalui saat2 yang sulit di dalam kehidupan pernikahan, bila  sang istri atau suami meninggalkan pasangannya karena mereka sakit,  bangkrut, sengsara, atau berbagai keadaan 'duka' lainnya, berarti mereka  sudah mengingkari janji mereka yang sudah diucapkan. Seringkali,  sebagai manusia, kita sering melupakan apa yang sudah kita janjikan  (baik itu kepada Tuhan atau kepada manusia). Kata2 "Saya  bersedia" adalah kata2 yang sederhana, tapi memiliki tanggung jawab  yang besar. Ketika kita sudah menyatakan kesediaan kita, berarti kita  harus menjalankan janji kita tersebut, walaupun harus melalui hal2 yang  tidak menyenangkan. <br /><br />Waktu kita pertama kali jatuh cinta dengan  Tuhan, kita juga berjanji memberikan yang terbaik bagiNYA. Naahh...  tahun sudah berganti... gak usah jauh2, coba deh, kita lihat kembali /  introspeksi, apakah selama tahun 2010 kita pernah ingkar janji sama  Tuhan??? Pernah gak kita males2an doa dan baca firTu, atau datang  carecell, atau latihan musik, atau latihan drama, atau meeting,  dll??? Padahal kalo kita ingat2... Berkat dan anugerahNya terhadap kita  jauhhhh lebih besar dari apa yang kita bisa lakukan untukNya. Yookk...  kita perbaiki dan membuat lebih baik komitmen kita kepada Tuhan di tahun  2011 ini.. Yang pastinya, kita gak akan mampu untuk melakukan hal itu  dengan kemampuan kita  sendiri... so, kita butuh NYAMBUNG/CONNECT sama Tuhan tiap hari...  Haleluya!!<br /><br /><span></span>Have a blessed day!<br />Debby Kho</div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA["Bukan begitu caranya, Mommy..."]]></title><link><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/01/bukan-begitu-caranya-mommy.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/01/bukan-begitu-caranya-mommy.html#comments]]></comments><pubDate>Sat, 15 Jan 2011 10:03:56 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/01/bukan-begitu-caranya-mommy.html</guid><description><![CDATA["Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian." Markus 4:21Suatu  saat, anak saya meninta saya untuk mendandani rambutnya seperti pada  waktu dia pentas di hari Natal. Saya mencobanya dan ternyata kurang  berhasil karena saya tidak pernah melakukannya. Anak saya protes, "Bukan  begitu caranya,  [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div  class="paragraph editable-text" style=" text-align: justify; ">"Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian." Markus 4:21<br /><br />Suatu  saat, anak saya meninta saya untuk mendandani rambutnya seperti pada  waktu dia pentas di hari Natal. Saya mencobanya dan ternyata kurang  berhasil karena saya tidak pernah melakukannya. Anak saya protes, "Bukan  begitu caranya, Mommy..." Dan ia  pun memberikan pengarahan kepada saya sebagaimana ia memperhatikan  kakak2 yang mendandani rambutnya. Yahh... anak saya itu masih umur 3,5  tahun, apa yang dijelaskannya pun sesuai dengan umurnya. Saya tidak  menyangka, bahwa ia cukup perhatian dan dapat menjelaskan kembali apa  yang dilihatnya. <br /><br />Pernah gak, kita renungkan bahwa kehidupan kita  sebagai orang Kristen juga diperhatikan gerak-gerik dan tingkah lakunya  oleh orang2 di sekitar kita (dunia). Bila anak saya yang umur 3,5 tahun  bisa dengan cermat memperhatikan tingkah laku orang lain, apalagi  orang2 dewasa di sekitar kita?? Kita, anak2 Tuhan diumpamakan sebagai  pelita. Dan pelita itu tidak mungkin tersembunyi di dalam gelap.  Sebagaimana di dalam alkitab mengatakan bahwa pelita tidak diletakkan di  bawah tempat tidur, tetapi di atas kaki dian untuk menerangi seluruh  ruangan. Tingkah laku kita akan tampak jelas, baik itu yang terpuji atau  yang buruk. Yuukkk, kita mencoba untuk mengajak Roh Kudus  membimbing hidup dan tingkah laku kita supaya kita bisa menjadi terang  bagi orang-orang (oikos) di sekitar kita. Untuk itu, kita butuh NYAMBUNG/CONNECT sama DIA dulu.... <br /><br /><span></span>Have a blessed day!<br />Debby Kho</div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA["Aduuuhhhh!!!"]]></title><link><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/01/aduuuhhhh.html]]></link><comments><![CDATA[http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/01/aduuuhhhh.html#comments]]></comments><pubDate>Thu, 13 Jan 2011 00:00:00 -0800</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">http://www.templecitycbc.org/1/post/2011/01/aduuuhhhh.html</guid><description><![CDATA["Bersukacitalah senantiasa." 1 Tesalonika 5:16Saya  teringat pada masa sekolah dahulu, setiap sebulan sekali kami disuruh  berlari mengelilingi lapangan sepakbola lebih dari 10 kali. Setiap kali  sebelum saya memulainya, pasti ada rasa segan untuk melakukannya.  Kenapa? Kebayang kan, seberapa besar lapangan sepakbola? Luasnya  kira-kira 90mx120m. Setelah saya menjalaninya, saya mulai menyadari,  bila saya mulai berl [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<div  class="paragraph editable-text" style=" text-align: justify; ">"Bersukacitalah senantiasa." 1 Tesalonika 5:16<br /><br />Saya  teringat pada masa sekolah dahulu, setiap sebulan sekali kami disuruh  berlari mengelilingi lapangan sepakbola lebih dari 10 kali. Setiap kali  sebelum saya memulainya, pasti ada rasa segan untuk melakukannya.  Kenapa? Kebayang kan, seberapa besar lapangan sepakbola? Luasnya  kira-kira 90mx120m. Setelah saya menjalaninya, saya mulai menyadari,  bila saya mulai berlari dengan pikiran bahwa lari itu berat, melelahkan,  suatu pekerjaan yang tidak  mungkin, dan berbagai pikiran negatif lainnya, lari hari itu menjadi  benar-benar berat dan melelahkan. Tetapi, bila saya memutari lapangan  tersebut dengan pikiran, "Ah, saya mampu berlari 1 putaran." "1 putaran  tidaklah berat." maka, saya menyelesaikan lari saya hari itu dengan  tidak terlalu capek. <br /><br />Sama saja dengan kehidupan kita  sehari-hari. Bila kita bangun pagi dengan pikiran negatif, seperti:  "Aduh, kerja lagi... Aduh, sekolah lagi... Yaahhh, ke gereja lagi...  UUhhh.... Aaahhh....." dan berbagai gerutu lainnya, maka hari itupun  akan kita lalui dengan berat hati. Kenapa enggak, kita belajar untuk  memulai hari dengan rasa syukur dan sukacita yang penuh kepada Tuhan  Yesus? Connect/ Nyambung  dengan DIA di pagi hari? Menyapa dan ngobrol denganNya menjadi hal yang  pertama untuk memulai hari? Bersukacita melakukan segala pekerjaan dan  kegiatan kita? Pasti deh, hari itu jadi hari yang  terindah buat kita... Amen???<br /><br /><span></span>Have a blessed day!<br />Debby Kho</div>]]></content:encoded></item></channel></rss>

